Jurnal Ilmiah Tindalung
https://e-journal1.polnustar.ac.id/jit
<p>Pengolahan Hasil Laut, Budidaya Ikan, Penangkapan Ikan.</p> <p>p-ISSN: <a href="https://portal.issn.org/api/search?search[]=MUST=allissnbis=%222442-7381%22&search_id=38852624" target="_blank" rel="noopener">2442-7381</a> e-ISSN: <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2655-4291" target="_blank" rel="noopener">2655-4291</a></p>Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utaraen-USJurnal Ilmiah Tindalung2442-7381Minimalisasi Kerusakan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Menggunakan Wadah Jaring di Teluk Talengen, Kabupaten Kepulauan Sangihe,
https://e-journal1.polnustar.ac.id/jit/article/view/696
<p>Indonesia merupakan penghasil rumput laut <em>Kappaphycus alvarezii</em> terbesar di dunia, sekitar 60,5%, sedangkan Provinsi Sulawesi Utara menempati urutan ke-8 sentra produksi budidaya terbesar di Indonesia. Perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki kawasan pesisir untuk budidaya komoditi ini dengan luasan potensi sebesar 181,79 ha kategori sangat sesuai dan 852,82 ha yang tergolong cukup sesuai. Faktor yang menjadi penyebab usaha budidaya rumput laut di perairan ini tidak berkembang adalah program kebun bibit tidak berhasil akibat serangan penyakit ice-ice dan kehadiran hama rumput laut.</p> <p>Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi jenis-jenis hama yang tertarik pada rumput laut <em>K. alvarezii </em>yang ditebar selama 14 hari, (2) Membandingkan tingkat kerusakan akibat serangan hama ikan dan penyakit dan (3) Membandingkan efektifitas dan efisiensi wadah rumput laut berbahan jaring yang bentuknya berbeda. Lokasi penelitian <em>in situ</em> ini di atas Rakit Kurungan Jaring Apung milik Politeknik Negeri Nusa Utara, yang ditempatkan di Pantai Kalagheng, Kampung Kuma I yang masih dalam kawasan Teluk Talengen, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Tiga model wadah budidaya yang dipakai, yaitu (1) Tali tie-tie untuk metode <em>floating longline</em> (FLL); (2) Kantong jaring bulat memanjang untuk metode <em>floating tubular net</em> (FTN); dan (3) Kantong jaring panjang untuk metode <em>floating long net</em> (FLN). </p>Edwin Oscar LangiDarna SusantieEly John KarimelaBilly MalupiteChristo Aer
Copyright (c) 2026 Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA
2025-11-012025-11-0111211810.54484/jit.v11i2.696