Minimalisasi Kerusakan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Menggunakan Wadah Jaring di Teluk Talengen, Kabupaten Kepulauan Sangihe,
Minimize Damage to Kappaphycus alvarezii Seaweed by Using Net Containers in Talengen Bay, Sangihe Islands Regency
Abstract
Indonesia merupakan penghasil rumput laut Kappaphycus alvarezii terbesar di dunia, sekitar 60,5%, sedangkan Provinsi Sulawesi Utara menempati urutan ke-8 sentra produksi budidaya terbesar di Indonesia. Perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki kawasan pesisir untuk budidaya komoditi ini dengan luasan potensi sebesar 181,79 ha kategori sangat sesuai dan 852,82 ha yang tergolong cukup sesuai. Faktor yang menjadi penyebab usaha budidaya rumput laut di perairan ini tidak berkembang adalah program kebun bibit tidak berhasil akibat serangan penyakit ice-ice dan kehadiran hama rumput laut.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi jenis-jenis hama yang tertarik pada rumput laut K. alvarezii yang ditebar selama 14 hari, (2) Membandingkan tingkat kerusakan akibat serangan hama ikan dan penyakit dan (3) Membandingkan efektifitas dan efisiensi wadah rumput laut berbahan jaring yang bentuknya berbeda. Lokasi penelitian in situ ini di atas Rakit Kurungan Jaring Apung milik Politeknik Negeri Nusa Utara, yang ditempatkan di Pantai Kalagheng, Kampung Kuma I yang masih dalam kawasan Teluk Talengen, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Tiga model wadah budidaya yang dipakai, yaitu (1) Tali tie-tie untuk metode floating longline (FLL); (2) Kantong jaring bulat memanjang untuk metode floating tubular net (FTN); dan (3) Kantong jaring panjang untuk metode floating long net (FLN).
Downloads
References
Akbar, Ni Lih Watianingsih, A. P. W. K. Dewi. 2020. Efektifitas Metode Penanaman Rumput Laut (Eucheuma cottonii) dengan sistem kantong di Perairan Pantai Pandawa, Badung, Bali . Current Trends ini Aquatic Science III (2), 108 – 115.
Amalyah R., M. Kasim, dan M. Idris. 2019. Daya Ramban (Grazing) Ikan Beronang (Siganus guttatus) yang Dipelihara dengan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii di Perairan Tanjung Tiram, Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Biologi Tropis 19 (2) : 309 - 315.
Arisandi, A. dan A. Farid. 2014. Dampak faktor ekologis terhadap sebaran penyakit ice-ice. Jurnal Kelautan Vol 7 (1) : 20- 25
Arjuni, A., N. Cokrowati, dan Rusman. 2018. Pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii Hasil Kultur Jaringan. Jurnal Biologi Tropis 18 (2) : 216 – 223.
BeritaManado. 2020. Solusi ekonomi di tengah Covid-19, Pemkab Sangihe seriusi budidaya rumput laut. Diakses dari https://beritamanado.com/solusi-ekonomi-ditengah-covid-19-pemkab-sangihe-seriusi-budidaya-rumput-laut/
Darmawati, D., Sutinah, S., Ode, I., Setyono, B. D. H., Laheng, S., Mujtahidah, T., ... & Setyaka, V. 2023. Kiat Agribisnis Rumput Laut. Penerbit Widina : 61-75
Framegari, V., Nirwani dan Santosa, G. W. 2012. Studi Herbivori Rumput Laut Kappaphycus alvarezii (Doty) oleh Ikan Beronang Siganus sp. pada Salinitas yang berbeda. Jurnal Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro I : 18 - 27
Hartono. Mudeng. J.D. & Mondoringin. L.J., 2015. Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii yang Dikultur Menggunakan Dua Jenis Tali Ris dengan Kondisi Berbeda. Program Studi Budidaya Perairan FPIK Unsrat Manado. Manado. Jurnal Budidaya Perairan, 3(1) : 35-42.
Kasim, M. Dan Asnani. 2012. Penentuan Musim Reproduksi Generative dan Preferensi Perekatan Spora Rumput Laut Eucheuma cottonii. Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro 17 (4) : 209 – 216.
Kurniati, A. dan D. Harto. 2020. Rancang Bangun Sistem Identifikasi Penyakit Ice-ice pada Rumput Laut dengan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation. Jurnal Elektrika Borneo Vol. 6, No. 2 : 55 – 59.
Muslimin dan W. K. P. Sari, 2017. Budidaya Rumput Laut Sargassum sp dengan Metode kantong pada Beberapa Tingkat Kedalaman Berbeda di Dua Wilayah Perairan Berbeda. Jurnal Riset Akuakultur 12 (3) : 221-230
Mustafa, A., Tarunamulia, Hasnawi, I. N. Radiarta. 2017. Karakteristik, Kesesuaian, dan Daya Dukung Perairan untuk Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulwesi Utara. Jurnal Riset Akuakultur, 12 (2) : 187-196
Nurdihayati, Faturrahman, M. Gazali. 2015. Deteksi Bakteri Patogen yang berasosiasi dengan Kappaphycus alvarezii Bergejala Penyakit Ice-Ice. Jurnal Sains Teknologi dan Lingkungan, 1 (2) : 24 – 30
Sahabati, S. dan J. D. Mudeng , L. L. J. J. Mondoringin, 2016. Pertumbuhan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) yang dibudidaya dalam kantong jaring dengan berar awal berbeda di Teluk Talengen Kepulauan Sangihe. E-jurnal Budidaya Perairan 4 (3) :
Serihollo, L. G., R. Pratiwi, N. P. D. Kusuma, P. Amalo dan L. Suhono. 2021. Efektifitas Penambahan Jaring Kantong pada Budidaya Rumput Laut Kappaphycus striatum Sistem Tali Rawai. Jurnal Bahari Papadak Edisi Oktober Vol. 2 (2) : 76-84
Sulistiani E. 2019. Plantet rumput laut Kotoni (Kappaphycus alvarezii) kultur jaringan. SEAMEO BIOTROP. Southeast Asian Regional Center for Tropical Biology. www.biotrop.org.





