Jurnal Ilmiah Sesebanua https://e-journal1.polnustar.ac.id/jis <p>Kesehatan Masyarakat, Keperawatan</p> <p>p-ISSN: <a href="http://u.lipi.go.id/1490064879" target="_blank" rel="noopener">2597-7105</a> e-ISSN: <a href="http://u.lipi.go.id/1544410443" target="_blank" rel="noopener">2655-2868</a></p> <p><a style="visibility: hidden;" href="https://usergacor.eu.com">slot</a></p> <div style="display: none;"> <p><a href="https://san2.wesharegos.mx/">bandar togel</a></p> <p><a href="https://aksesmalukuterkini.id/">toto slot</a></p> <p><a href="https://www.festivalcactus.com/">slot gacor hari ini</a></p> <p><a href="https://filth.com.mx/terror-y-horror-cual-es-la-diferencia/">situs toto</a></p> <p><a href="https://thecronoscasino.mx/baraja-americana-origen-y-juegos/">situs togel</a></p> <p><a href="https://shoppsjailbreak.com">togel slot</a></p> <p><a href="https://kurniamotor.id/">toto togel</a></p> <p><a href="https://www.masirfun.id/">toto slot</a></p> <p><a href="https://1bedfordgrabgo.com/">slot gacor</a></p> </div> Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA en-US Jurnal Ilmiah Sesebanua 2597-7105 Studi Interaksi Obat Pada Rekonsiliasi Obat Pasien Geriatri Yang Mendapatkan Polifarmasi di Rumah Sakit Stella Maris Kota Makassar https://e-journal1.polnustar.ac.id/jis/article/view/722 <p>Pasien geriatri (≥60 tahun) memiliki kerentanan tinggi terhadap masalah terkait obat akibat penurunan fungsi fisiologis dan kondisi multimorbiditas, yang sering memicu polifarmasi (≥5 jenis obat). Polifarmasi merupakan faktor risiko utama terjadinya potensi interaksi obat, terutama pada saat transisi perawatan. Rekonsiliasi obat adalah pelayanan farmasi klinis wajib untuk mencegah kesalahan tersebut. Metode penelitian ini yaitu observasional deskriptif kuantitatif dengan data retrospektif 57 rekam medis pasien geriatri yang diambil secara purposive sampling. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pola penggunaan obat dan persentase potensi Interaksi obat pada rekonsiliasi obat pasien geriatri rawat inap dengan polifarmasi di RS Stella Maris Makassar. Hasil menunjukkan obat sistem kardiovaskular paling banyak digunakan (96,49%). Analisis mengidentifikasi potensi interaksi obat pada 4 pasien (7%), melibatkan obat Omeprazole dan Clopidogrel. Kesimpulan: Diperoleh 24 pasien laki-laki (42%) dan 33 pasien perempuan (57%) dari total 57 pasien. Daftar obat yang dikonsumsi pasien dirawat inap paling banyak mengkonsumsi obat sebanyak 5-10 jenis obat yaitu sebanyak 31 pasien (54%). Presentase potensi Interaksi obat sebanyak 4 pasien dengan presentase (7%).</p> Arrayan Mokoagow Mahdalena Sy. Pakaya Mohamad Aprianto Paneo Nur Rasdiana Madania Rasdiana Copyright (c) 2026 Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA 2025-11-01 2025-11-01 9 2 1 8 10.54484/jis.v9i2.722 Evaluasi Penyimpanan Obat Di Instalasi Farmasi RSUD Sayang Rakyat Makassar https://e-journal1.polnustar.ac.id/jis/article/view/717 <p><strong>:</strong>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penyimpanan obat di rumah sakit merupakan aspek penting dalam manajemen farmasi yang berfungsi menjaga mutu, stabilitas, dan keamanan sediaan hingga digunakan oleh pasien. Penyimpanan yang tidak memenuhi standar dapat menyebabkan penurunan kualitas, kontaminasi, bahkan menjadikan obat berpotensi toksik sehingga membahayakan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyimpanan berdasarkan kesesuaian tata ruang dan metode penyimpanan obat di Instalasi Farmasi RSUD Sayang Rakyat Makassar berdasarkan standar yang ditetapkan dalam Permenkes RI Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di ruang penyimpanan, wawancara dengan kepala instalasi dan apoteker penanggung jawab, serta telaah dokumen seperti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan catatan penyimpanan. Instrumen penelitian berupa lembar checklist yang disusun berdasarkan indikator Permenkes No. 72 Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instalasi Farmasi RSUD Sayang Rakyat telah menerapkan metode First Expired First Out (FEFO) dan First In First Out (FIFO) secara konsisten dalam proses distribusi dan penataan obat. Pengelompokan obat dilakukan berdasarkan bentuk sediaan (padat, cair, dan semi padat) serta disusun secara alfabetis untuk memudahkan pencarian. Persentase kesesuaian aspek tata ruang, metode penyimpanan, dan fasilitas berada pada kategori baik, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan ruang dan jumlah rak penyimpanan. Secara keseluruhan, sistem penyimpanan obat di Instalasi Farmasi RSUD Sayang Rakyat Makassar telah sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian rumah sakit, namun masih diperlukan peningkatan sarana fisik untuk menjaga mutu obat dan meningkatkan efisiensi pelayanan.</p> Siti Winanshy Kairupan Mohammad Adam Mustapa Wiwit Zuriati Uno Widy Susanti Abdulkadir Nur Ain Thomas Ayu Indira Copyright (c) 2026 Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA 2025-11-01 2025-11-01 9 2 9 14 10.54484/jis.v9i2.717 GAMBARAN KETERSEDIAAN OBAT DI PUSKESMAS TAPA KABUPATEN BONE BOLANGO TAHUN 2024 https://e-journal1.polnustar.ac.id/jis/article/view/726 <p>Ketersediaan obat merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan <br>pelayanan kesehatan yang berkualitas. Obat yang tersedia dengan jumlah dan jenis yang sesuai <br>dapat menunjang keberhasilan pengobatan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, <br>sebaliknya kekurangan maupun kelebihan stok obat dapat menghambat pelayanan kesehatan dan <br>menimbulkan kerugian bagi fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk <br>mengetahui tingkat kesesuaian obat terhadap Formularium Nasional, kesesuaian antara permintaan <br>dan penerimaan obat, serta tingkat ketersediaan obat di Puskesmas Tapa Kabupaten Bone Bolango <br>Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pendekatan <br>retrospektif, dengan data sekunder dari Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat <br>(LPLPO) Puskesmas Tapa tahun 2024. Data dihitung berdasarkan persentase kesesuaian dan <br>diklasifikasikan menurut standar tingkat ketersediaan obat yang ditetapkan oleh Kementerian <br>Kesehatan RI tahun 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian obat terhadap <br>Formularium Nasional sebesar 58,33%, kesesuaian antara permintaan dan penerimaan obat <br>80,78%, serta tingkat ketersediaan obat terdiri dari kategori aman (70,37%), berlebih (26,85%), <br>dan kosong (2,78%) dari total 108 item obat. Secara keseluruhan, ketersediaan obat di Puskesmas <br>Tapa tergolong aman, meskipun masih ditemukan beberapa obat berlebih dan kosong. Oleh karena <br>itu, diperlukan peningkatan dalam perencanaan kebutuhan serta pengawasan pengelolaan obat <br>agar ketersediaan tetap optimal dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan dengan <br>baik.</p> MOHAMAD ADITYA BILONDATU Madania Mohamad Reski Manno Robert Tungadi Wiwit Zuriati Uno Copyright (c) 2026 Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA 2025-11-01 2025-11-01 9 2 15 20 10.54484/jis.v9i2.726 ASUHAN KEPERAWATAN NYERI AKUT PADA NY. M DENGAN HIPERTENSI GRADE 2 https://e-journal1.polnustar.ac.id/jis/article/view/673 <p><em>One of the world’s health problems today is hypertension. The many people knows hypertension as ‘high blood pressure” as this condition give a signal a high, abnormally high blood pressure. Research objective: Ti find out the application of care Actue Pain Nursing in the Elderly with Grade 2 Hypertension at Wisma Proklmasi UPTD BPSLUT Senja Cerah Manado. Research Method:Method used is descriptive about Actue Pain Nursing Care In Mrs. M with Grade 2 hypertension at Wisma Proklamasi UPTD BPSLUT Senja Cerah Manado. Result Obstained: At the assesment stage complaints were obtained pain in the head, difficult sleeping, rapid pulse, and appearing to grimace. Diagnosis Nursing Actue Pain Related to physiological Injuring Agents. After 3 days of implementation of appropriate pain management interventions the on The evaluation Showed that pain decreased on a pain scale of 3 (mild). Coclution: Results research Conducted at Wisma Proklik UPTD BPSLUT Senja Cerah Manado by teaching the Deep Breathing Relaxation Technique to lower pain and get results: Pain decreases 3 (mild), grimaces decrease, difficulty sleep decreases, anxiety decreases, and pulse rate improves</em></p> Yeanneke Liesbeth Tinungki Vebe Suku Melanthon J. Umboh Copyright (c) 2026 Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA 2025-11-01 2025-11-01 9 2 21 25 10.54484/jis.v9i2.673 HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN MASYARAAT PENERIMA VAKSIN COVID-19 https://e-journal1.polnustar.ac.id/jis/article/view/479 <p>The COVID-19 vaccine is a means of self-protection against the transmission of the COVID-19 virus. The community of Taloarane village still has doubts and negative perceptions about the effectiveness, safety, and compliance of the vaccine with religious requirements. This has caused fear and anxiety among the community regarding vaccination. This study aims to determine the relationship between knowledge and anxiety levels among the Taloarane village community. The research method used is observational analysis with a cross-sectional design. All data were collected through interviews and questionnaires. The research sample consisted of 60 people who had not been vaccinated against COVID-19. The results showed that of the 60 respondents, 35 people (58.3%) did not experience anxiety about COVID-19 vaccination, and 25 people (41.7%) experienced mild anxiety. Bivariate analysis using the Mann-Whitney test showed a significant relationship between community knowledge and anxiety related to Covid-19 vaccination, with a p-value of 0.003. The results showed a relationship between community knowledge and anxiety in Taloarane village, Manganitu sub-district, Sangihe Islands regency. These findings emphasize the importance of educating the public about the COVID-19 vaccine. By addressing misconceptions and providing accurate information, public anxiety can be reduced, thereby increasing vaccine acceptance and uptake.</p> Conny Juliana Surudani Yenny Makahaghi Nansy Delia Pangandaheng Iswanto Gobel Copyright (c) 2026 Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA 2025-11-01 2025-11-01 9 2 26 29 10.54484/jis.v9i2.479 ANALISIS UJI MIKROBIOLOGI PADA SEDIAAN MASKER WAJAH TRADISIONAL BERBASIS BAHAN LOKAL DI CV IDLAN WARANIE PERKASA https://e-journal1.polnustar.ac.id/jis/article/view/716 <p>Masker wajah merupakan salah satu kosmetik perawatan wajah yang digunakan untuk menjaga dan merawat kulit wajah. Pemanfaatan bahan alami pada pembuatan kosmetik juga memiliki tantangan terkait keamanan dan kualitas, yaitu dalam prosesnya sangat rentan tekontaminasi oleh mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah bakteri dan jamur serta bakteri patogen yang ada dalam produk masker wajah. Pengujian menggunakan metode ALT, AKK, dan Uji Aktivitas Bakteri Patogen. Hasil penelitian menunjukkan jumlah bakteri pada sampel masker wajah yaitu sebesar 3,73 x 10<sup>2</sup> CFU/g. Pada Uji AKK menunjukkan jumlah jamur sebesar 1,93 x 10<sup>2 </sup>CFU/g. Pada uji aktivitas bakteri patogen yaitu negatif bakteri <em>Pseudomonas aeruginosa, </em>dan <em>Escherichia coli</em>. Ketiga pengujian memenuhi standar BPOM yaitu tidak lebih dari 10<sup>3</sup> koloni/g dan negatif per 0,1 mL atau 0,1 g sampel</p> fadila hadjim Mohammad Adam Mustapa Wiwit Zuriati Uno Copyright (c) 2026 Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA 2025-11-01 2025-11-01 9 2 30 37 10.54484/jis.v9i2.716 PENGARUH PEMBERDAYAAN KELUARGA TERHADAP PENINGKATAN GAYA HIDUP SEHAT PENDERITA HIPERTENSI https://e-journal1.polnustar.ac.id/jis/article/view/734 <p><em>Hypertension is a non-communicable disease that is a serious problem worldwide, including in Indonesia. It is often called a silent killer because it can cause serious complications without obvious symptoms. In Manado City, hypertension ranks highest among non-communicable diseases, with increasing prevalence. This study examines the effect of family empowerment on improving healthy lifestyles in neighborhoods 1 and 2 of Malalayang 1 Barat sub-district, Manado City. Using a quasi-experimental one-group pretest-posttest design, data were collected through questionnaires from 74 respondents and analyzed using a paired t-test. The results showed a significant increase in the healthy lifestyle scores of hypertension patients after the family empowerment intervention. The average pre-test score was 9.04 and increased to 10.85 in the post-test, with a difference of 1.81. The paired t-test yielded a p-value of 0.000 (&lt;0.05) and there was an increase in the average family knowledge score regarding hypertension management from 15.19 in the pre-test to 17.30 in the post-test. Thus, the family is proven to be an important factor in the promotion and prevention of non-communicable diseases. This study recommends that health workers and community health centers improve family empowerment programs through education and mentoring, families be more active in monitoring and support, the government formulate family-based health promotion policies, and further researchers examine long-term impacts with broader research designs</em></p> Theresia Pinontoan Junita Maja Pertiwi Herlina Wungow Copyright (c) 2026 Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA 2025-11-01 2025-11-01 9 2 38 46 10.54484/jis.v9i2.734