GAMBARAN KETERSEDIAAN OBAT DI PUSKESMAS TAPA KABUPATEN BONE BOLANGO TAHUN 2024
Abstract
Ketersediaan obat merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan
pelayanan kesehatan yang berkualitas. Obat yang tersedia dengan jumlah dan jenis yang sesuai
dapat menunjang keberhasilan pengobatan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,
sebaliknya kekurangan maupun kelebihan stok obat dapat menghambat pelayanan kesehatan dan
menimbulkan kerugian bagi fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui tingkat kesesuaian obat terhadap Formularium Nasional, kesesuaian antara permintaan
dan penerimaan obat, serta tingkat ketersediaan obat di Puskesmas Tapa Kabupaten Bone Bolango
Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pendekatan
retrospektif, dengan data sekunder dari Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat
(LPLPO) Puskesmas Tapa tahun 2024. Data dihitung berdasarkan persentase kesesuaian dan
diklasifikasikan menurut standar tingkat ketersediaan obat yang ditetapkan oleh Kementerian
Kesehatan RI tahun 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian obat terhadap
Formularium Nasional sebesar 58,33%, kesesuaian antara permintaan dan penerimaan obat
80,78%, serta tingkat ketersediaan obat terdiri dari kategori aman (70,37%), berlebih (26,85%),
dan kosong (2,78%) dari total 108 item obat. Secara keseluruhan, ketersediaan obat di Puskesmas
Tapa tergolong aman, meskipun masih ditemukan beberapa obat berlebih dan kosong. Oleh karena
itu, diperlukan peningkatan dalam perencanaan kebutuhan serta pengawasan pengelolaan obat
agar ketersediaan tetap optimal dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan dengan
baik.
Downloads
References
Fuadi, A. (2019). Gambaran Ketersediaan Obat di UPT Instalasi Farmasi Kota Magelang Tahun 2018. Skripsi. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Jakarta: Kemenkes RI
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Perencanaan dan Pengendalian Obat di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI
Kementerian Kesehatan RI, & D. J. B. K. dan A.
K. (2010). Materi Pelatihan Manajemen Kefarmasian di Puskesmas. Jakarta: Menteri Kesehatan RI
Kementrian Kesehatan RI. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Menteri Kesehatan RI
Lestari, D., & Fitriani, S. (2020). Analisis kesesuaian ketersediaan obat di Puskesmas terhadap Formularium Nasional di Kabupaten Sleman. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 10(3), 215–224
Nurlina, S., Rahman, I., & Baharuddin, A. (2023). Tingkat Ketersediaan Obat dan Faktor yang Mempengaruhinya di Puskesmas Kabupaten Bone. Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes, 4(1), 66–74.
Pratiwi, D., Rahmadani, S., & Lestari, W. (2021).
Analisis Pengelolaan Obat Berdasarkan Indikator WHO di Puskesmas Kota Padang. Jurnal Farmasi dan Kesehatan Indonesia, 8(2), 123–131
Rahmawati, S., Haryono, S., & Widyastuti, Y. (2019). Analisis Peramalan Kebutuhan dan Kelebihan Stok Obat pada Fasilitas Kesehatan Primer. Journal of Pharmaceutical Policy and Practice, 17(4), 123–135
Razak A., Pamudji G., H. M. (2012). Efficiency Analysis Of Drug Management On Distribution And Usage Level In Community Health Centers. J Manaj Dan Pelayanan Farm., 2(3), 186–194.
Rosmania FA., S. S. (2014). Analisis Pengelolaan Obat Sebagai Dasar Pengendalian Safety Stock pada Stagnant dan Stockout Obat. J Adm Kesehat Indones, 3(1), 1–10
Sari, D., & Rahmawati, N. (2020). Analisis Kesesuaian Permintaan dan Penerimaan Obat di Puskesmas Kabupaten Jember. Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 7(2), 121–128.
Satibi, Daulay, H., Oviani, G.A., Erlianti, K., & Fudholi, A., dan Puspandari, D. A. (2018). Analisis Kinerja Apoteker dan Faktor Yang Mempengaruhi Pada Era Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas. Jurnal Manajemen Dan Pelayanan Farmasi, 8(7).
Silvania A., Hakim L., S. (2012). Evaluasi Kesesuaian Antara Perencanaan dan Realisasi Penerimaan Obat di Puskesmas rawat Inap Se-Kabupaten Sleman tahun 2008-2010. J Manag Pharm Pract., 2(2), 90–94.
Sitorus, E., Simanjuntak, D., & Lubis, H. (2021).
Ketersediaan obat dan kesesuaiannya terhadap Formularium Nasional di Puskesmas Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Farmasi Klinik dan Komunitas, 7(1), 12–20
Sitorus, R., Simamora, N., & Lubis, E. (2022). Evaluasi Ketersediaan dan Distribusi Obat di Puskesmas Kabupaten Deli Serdang.
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, 5(1), 45–54.
Suryagama, D., Satibi, S., & Sumarni, S. (2019).
Analisis Perencanaan dan Ketersediaan Obat di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Timur. JURNAL MANAJEMEN DAN
PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice).
Waluyo YW., Athiyah U., R. T. (2015). Analysis of Factor Influencing public Public Drug management in District Pharmacy Installation (Study in Southern Papua Area). J Ilmu Kefarmasian Indones., 13(1), 94–101



