Studi Interaksi Obat Pada Rekonsiliasi Obat Pasien Geriatri Yang Mendapatkan Polifarmasi di Rumah Sakit Stella Maris Kota Makassar

  • Arrayan Mokoagow
  • Mahdalena Sy. Pakaya
  • Mohamad Aprianto Paneo
  • Nur Rasdiana
  • Madania

Abstract

Pasien geriatri (≥60 tahun) memiliki kerentanan tinggi terhadap masalah terkait obat akibat penurunan fungsi fisiologis dan kondisi multimorbiditas, yang sering memicu polifarmasi (≥5 jenis obat). Polifarmasi merupakan faktor risiko utama terjadinya potensi interaksi obat, terutama pada saat transisi perawatan. Rekonsiliasi obat adalah pelayanan farmasi klinis wajib untuk mencegah kesalahan tersebut. Metode penelitian ini yaitu observasional deskriptif kuantitatif dengan data retrospektif 57 rekam medis pasien geriatri yang diambil secara purposive sampling. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pola penggunaan obat dan persentase potensi Interaksi obat pada rekonsiliasi obat pasien geriatri rawat inap dengan polifarmasi di RS Stella Maris Makassar. Hasil menunjukkan obat sistem kardiovaskular paling banyak digunakan (96,49%). Analisis mengidentifikasi potensi interaksi obat pada 4 pasien (7%), melibatkan obat Omeprazole dan Clopidogrel. Kesimpulan: Diperoleh 24 pasien laki-laki (42%) dan 33 pasien perempuan (57%) dari total 57 pasien. Daftar obat yang dikonsumsi pasien dirawat inap paling banyak mengkonsumsi obat sebanyak 5-10 jenis obat yaitu sebanyak 31 pasien (54%). Presentase potensi Interaksi obat sebanyak 4 pasien dengan presentase (7%).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agnes Dewi Astuti, Hyan Oktodia Basuk, S. P. (2018). Buku Ajar Buku Ajar Keperawatan Gerontik. PT Nuansa Fajar Cemerlang Jakarta

Badan Pusat Statistik. Statistik Penduduk Lanjut Usia (2019).

Boockvar KS, Santos SL, Kushniruk A, Johnson C, Nebeker JR (2011). Medi-cation Reconciliation: Barriers and Facilitation from The Perspectives of Recident Physicians and Pharmacist. Journal of Hospital Medicine.; 6(6):329-37.

Herrero-Herrero J, García-Aparicio J (2011). Medication discrepancies at discharge from an internal medicine service. European Journal of Internal Medicine.;22:43–8.

Manuel, J. T., Wiyono, W. I., & Jayanti, M. (2021). Identifikasi Ketidaksesuaian Pengobatan pada Proses Rekonsiliasi Obat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit. Jurnal Biomedik:JBM, 13(3), 241.

Masnoon, N., Shakib, S., Kalisch-Ellett, L., & Caughey, G. E. (2017). What is polypharmacy? A systematic review of definitions. BMC Geriatrics, 17(1), 1–10. https://doi.org/10.1186/s12877-017-0621-2

Medscape.com, (2018). Drug Interaction Checker,di:https://reference.medscape.com/drug-interactionchecker

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Saki, Pub. L. No. 17 (2016).

Pippins JR, Gandhi TK, Hamann C, Ndumele CD, Labonville SA, Diedrichsen EK, (2008). Classifying and Predicting Errors of Inpatient Medication Reconciliation. J Gen Intern Med.; 23(9):1414–22.

Rhamdika, M. R., Widiastuti, W., & Hasni, D. (2023). Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Perempuan Etnis Minangkabau di Kota Padang. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 19(1), 91–97.

Sari, d. p., wulandari, r., & prasetyo, a. (2021). profil pasien geriatri dengan polifarmasi di rumah sakit pemerintah. jurnal kefarmasian indonesia, 11(1), 23–31

Setyanda YOG, Sulastri D, Lestari Y. (2015). Hubungan Merokok dengan Kejadian Hipertensi pada Laki-Laki Usia 35-65 Tahun di Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas; 4(2).

Published
2025-11-01