ANALISIS UJI MIKROBIOLOGI PADA SEDIAAN MASKER WAJAH TRADISIONAL BERBASIS BAHAN LOKAL DI CV IDLAN WARANIE PERKASA
Abstract
Masker wajah merupakan salah satu kosmetik perawatan wajah yang digunakan untuk menjaga dan merawat kulit wajah. Pemanfaatan bahan alami pada pembuatan kosmetik juga memiliki tantangan terkait keamanan dan kualitas, yaitu dalam prosesnya sangat rentan tekontaminasi oleh mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah bakteri dan jamur serta bakteri patogen yang ada dalam produk masker wajah. Pengujian menggunakan metode ALT, AKK, dan Uji Aktivitas Bakteri Patogen. Hasil penelitian menunjukkan jumlah bakteri pada sampel masker wajah yaitu sebesar 3,73 x 102 CFU/g. Pada Uji AKK menunjukkan jumlah jamur sebesar 1,93 x 102 CFU/g. Pada uji aktivitas bakteri patogen yaitu negatif bakteri Pseudomonas aeruginosa, dan Escherichia coli. Ketiga pengujian memenuhi standar BPOM yaitu tidak lebih dari 103 koloni/g dan negatif per 0,1 mL atau 0,1 g sampel
Downloads
References
B. F. S. Negara., M. K. Kawaroe., dan D. S. Setyaningsih. 2016. Identifikasi potensi enzim agarase yang dihasilkan oleh kapang hasil isolasi dari Caulerpa sp. Jurnal Enggano, Vol. 1, No. 1: 1–7
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM). 2018. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 34 Tahun 2018 tentang Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik. Badan Pengawas Obat dan Makanan, Jakarta, Indonesia
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM). 2019. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Cemaran dalam Kosmetika. Badan Pengawas Obat dan Makanan, Jakarta, Indonesia
Choi, S. Y., Lee, J. H., & Kim, Y. J. (2021). Evaluation of antimicrobial preservatives in cosmetics: Current challenges and perspectives. Molecules, 26(17), 5225
Głaz, P., Sienkiewicz, M., & Foksowicz-Flaczyk, J. (2023). Effect of commonly used cosmetic preservatives on cell viability and antimicrobial activity. International Journal of Molecular Sciences, 24(7), 1076.
I. Octaviani., A. Kasasiah., dan M. G. Sholih. 2022. Cemaran bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa pada masker organik. 2-TRIK: Tunas-Tunas Riset Kesehatan, Vol. 12, No. 3: 267–273. doi:10.33846/2trik12311
J. G. Cappuccino., dan N. Sherman. 2014. Microbiology: A Laboratory Manual, Edisi ke-10. Pearson Education, Boston, MA, U.S.: Hal. 103–110
L. M. Prescott., J. P. Harley., dan D. A. Klein. 2008. Microbiology, Edisi ke-7. McGraw-Hill Companies, New York, NY, U.S.: Hal. 954–962
M. T. Madigan., K. S. Bender., D. H. Buckley., W. M. Sattley., dan D. A. Stahl. 2018. Brock Biology of Microorganisms, Edisi ke-15. Pearson Education, Boston, MA, U.S.: Hal. 812–819
Mursalim. 2018. Pemeriksaan angka lempeng total bakteri pada minuman sari kedelai yang diperjualbelikan di Kecamatan Manggala Kota Makassar. Jurnal Media Analis Kesehatan, Vol. 9, No. 1: 56–61
O. S. C. Lucian., dan P. S. Y. Putu. 2022. Pemanfaatan yoghurt sebagai masker alami untuk meningkatkan kesehatan dan kecantikan kulit wajah. Jurnal Workshop dan Seminar Nasional Farmasi, Vol. 1, No. 1
S. Fhitryani., D. Suryanto., dan A. Karim. 2017. Pemeriksaan Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Salmonella sp. pada jamu gendong yang dijajakan di Kota Medan. BIOLINK: Jurnal Biologi Lingkungan. Industri Kesehatan., Vol. 3, No. 2: 146–155
S. Hasanah., N. Z. W. Kiromah., dan L. Fitriyati. 2024. Uji angka lempeng total (ALT) dan angka kapang khamir (AKK) pada jamu gendong di pasar tradisional Wonokriyo Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen. Jurnal Farmasi Sains Terapan, Vol. 10, No. 1: 51–56
R.Ramadhani, D.Melia.O. 2022. Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Mangkokan (Polyscias scutellaria Burm.f.) Terhadap Bakteri Escherichia coli. Journal of Pharmacy, Medical and Health Science, Vol. 3, No. 3
T. Prayoga., P. P. B. Chandra., N. Lisnawati., dan M. Efrillia. 2024. Deteksi keberadaan Pseudomonas aeruginosa, Candida albicans, dan Shigella sp. pada ekstrak etanol 70% buah okra (Abelmoschus esculentus L.). Jurnal Ilmu Farmasi Akademik Farmasi, Vol. 7, No. 2



